Senin, 05 September 2016

Tim Basket SMAN 3 Jakarta Mendapat Julukan “Penguasa Ibu Kota”

sman-3-jakarta-juara-champion-honda-dbl-jakarta.jpg

Keterangan Foto:
SELEBRASI: Tim putra SMAN 3 Jakarta merayakan gelar juara Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2016 setelah mengalahkan tim SMAN 71 Jakarta dengan skor akhir 53-47. (Foto: Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Kuasai Gelar Pemain Terbaik

SEJARAH kembali tercatat pada pergelaran Honda DBL DKI Jakarta Series. Pada musim ini, yang mencetak sejarah adalah SMAN 3. “Tim Teladan” sebutan SMAN 3 Jakarta, berhasil meraih gelar di kelompok putra dan putri. Hal itu kali pertama terjadi di Honda DBL DKI Jakarta Series. Gelar bergengsi dan membanggakan tersebut makin sempurna setelah dua pemain terbaik (MVP-Most Valuable Player) Honda DBL DKI Jakarta Series 2016 juga berasal dari SMAN 3. Yaitu, Adrian Yusuf Atmadiredja di kelompok putra dan Valerie Crishanti Fradela pada kelompok putri.
Pada final party tadi malam di hall A GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, tim putri Teladan menang ketat 43-38 dari SMAN 34 lewat overtime. Keber hasilan tim putri Teladan menjadi juara diraih dengan perjuangan luar biasa. Pada awal kuarter pertama, mereka sempat tertinggal 0-6 sebelum Nadiah Farihah memberikan poin pertama untuk Teladan.
Adinda Marisya menjadi mesin poin bagi Teladan dengan menyumbangkan 5 poin di kuarter II. Margin setengah bola terjadi selama kuarter III. Lay up Valerie Fradela memperkecil margin di tiga detik terakhir menjadi 21-22.
Memasuki kuarter IV, drama terjadi. Perebutan bola begitu agresif. Hingga puncaknya, Alya Nursyahbani, forward dari SMAN 34, mengalami luka di pelipis. Pada detik-detik akhir kuarter IV, kesempatan Teladan untuk langsung mengamankan titel juara sebenarnya terbuka jika saja free throw yang dilakukan Jenifer Fitriani berhasil. Namun, karena suasana yang begitu tegang, kesempatan itu tidak berhasil dimanfaatkan. Pertandingan dilanjutkan ke babak overtime. Vanesha Hershinta menjadi pahlawan dengan membuat 8 poin tambahan selama overtime sekaligus memastikan kemenangan untuk Teladan 43-38.
Di sektor putra, perjuangan Teladan tidak kalah heroik. Tim yang haus gelar sejak terakhir kali menjadi champion pada 2012 tersebut akhirnya berhasil mengulang sejarah. Bertanding melawan SMAN 71 Jakarta di laga puncak, Adrian Yusuf dkk mampu memanfaatkan empat kuarter secara maksimal. Laga tersebut mulai panas sejak kuarter pertama. Yakni, masing-masing tim berusaha saling mengejar ketertinggalan. Sempat terjadi beberapa skor kembar. Kuarter pertama pun berakhir dengan skor 9-6 unggul SMAN 3 Jakarta.
Kuarter berikutnya persaingan semakin sengit. Adrian Yusuf yang baru keluar dari bangku cadangan di menit ke-5 langsung bermain beringas. Total empat tembakannya berhasil dia eksekusi dengan sempurna di waktu yang tersisa. Tidak mau kalah, Sapta Eka –sebutan SMAN 71 Jakarta– menyerang cepat di kuarter ketiga.
Dua kali percobaan three point shoot yang berusaha dilakukan oleh Anthony Willian, guard andalan Sapta Eka belum mampu mengembalikan kedudukan. Hingga di kuarter akhir, putra Teladan berhasil menyusul tim putrinya dan mengawinkan gelar yang merupakan sejarah baru di Honda DBL DKI Jakarta Series. Pertandingan berakhir dengan skor 53-47.
Andi Oktafiyanto, coach tim putra Teladan, menyatakan puas dengan permainan timnya hari ini. Setelah mendengar kabar bahwa tim putri berhasil menjadi champion, pelatih yang sebelumnya dinominasikan sebagai first team Honda DBL DKI Jakarta Series tersebut mengaku semakin optimistis.
”Begitu tahu tim putri menang, motivasi kami langsung berubah. Dari yang awalnya ingin sekadar tampil bagus berganti menjadi misi mengawinkan gelar dan mencetak sejarah baru di seri Jakarta. Dan bersyukur, usaha kami terwujud,” ujarnya seraya berselebrasi bersama tim. Hal tersebut menjadi sejarah kawin gelar pertama dalam Honda DBL DKI Jakarta Series setelah sebelumnya Teladan gagal mengawinkan gelar pada musim 2012.(afk/dmp/ver/co5/ali)  sumber: http://www.dblindonesia.com/v2/news/sman-3-penguasa-ibu-kota

SMA Negeri 3 Teladan Jakarta Juara 1 dan Juara 3 Economics Research Paper (ERP) Kompetisi Ekonomi (KOMPEK) ke 18 Tahun 2016 Tingkat Nasional

sumber: http://darfians.blogspot.co.id/2016/02/kompek-18-our-work-in-training-paid-off.html

Siswa-siswi SMA Negeri 3 Teladan Jakarta kembali mengukir prestasi dibidang keilmuan ekonomi melalui KOMPEK (Kompetisi Ekonomi) 2016 berskala nasional yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia. Tidak tanggung-tanggung 2 tim SMAN 3 Jakarta itu meraih juara ke 1 dan ke 3.
Dengan lima tim (15 orang) yang lolos final, kami menunjukkan karakter. Tentu saja kemenangan akan lebih baik.
 
Untuk cabang ERP, kami bertanding melawan finalis yang pernah jadi pemenang pada ERP KOMPeK 16, yaitu SMAN 1 Garut (yang juga lolos dua tim dari delapan tim) — SMAN 1 Garut Tim B mendapatkan 1 kuota wildcard untuk lolos ke babak final setelah SMAN 1 Tarakan Tim B mengundurkan diri. Dengan pengalaman mereka, sangat layak SMAN 1 Garut Tim C bisa menempati posisi ke-2, sehingga ERP Tim C dari SMAN 3 Jakarta hanya menempati peringkat ke-3.
 
Jujur saja…. ketika SMAN 1 Tarakan Tim B mundur, saya berharap ERP Tim B dari SMAN 3 Jakarta yang bisa lolos. Namun, jika benar begitu kejadiannya……. tensi persaingan akan menjadi kurang seru karena tiga dari delapan tim yang bertanding berasal dari SMA yang sama.
Jadi, hipotesanya (menurut saya) tidak akan pernah kejadian sepanjang sejarah KOMPeK, untuk cabang ERP bisa lolos sekaligus 3 tim dari SMA yang sama. Meskipun, dari sekolah tersebut mengirimkan 4 tim paper atau lebih. Saran untuk panitia (khususnya cabang ERP), agar membatasi jumlah maksimal paper yang bisa dikirim tiap sekolah sebanyak 2 buah (seperti yang telah diterapkan untuk cabang EQ mulai tahun 2016). Jika sampai mengirimkan 4 tim, akan sangat banyak membuang sumber daya (dalam proses pengerjaan paper), sementara yang bisa lolos hanya maksimal 2 tim.
Pemenang KOMPeK 18
Berikut ini merupakan list finalis KOMPeK 18 dari cabang EQ, EDC, ERP, dan BC:
Setelah melalui serangkaian babak final di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, berikut merupakan listpemenang KOMPeK 18 dari tiap cabang kompetisi.
Economic Quiz (EQ)
  1. SMAN 4 Denpasar
  2. SMAN 1 Jember
  3. SMAN 2 Bekasi
Economic Debate Competition (EDC)
  1. SMAN 4 Denpasar
  2. SMAN 2 Tangerang Selatan
  3. SMA Regina Pacis Bogor
Economic Research Paper (ERP)
  1. SMAN 3 Jakarta
  2. SMAN 1 Garut
  3. SMAN 3 Jakarta
Business Challenge (BC)
  • SMAN 2 Lamongan
  • SMAN 5 Surabaya
  • SMA Kharisma Bangsa
Saya tak mengetahui persis apa semua arti kemenangan. Untuk menang, kita bisa melakukannya sekali tanpa bermain bagus, atau menjadi beruntung. Tapi untuk menang berkali-kali, kita tak bisa melakukannya tanpa kualitas kelas atas.
 
Memang sangat luar biasa rasanya jika banyak orang ikut senang atas suatu kesuksesan. Ini adalah adrenalin yang mengangkat dan memberi motivasi yang tak terhingga.
Proyeksi Ke Depan Teladan KOMPeKian All Stars
Dengan adanya statistik….. catatan, history, dan pengumpulan bukti, fakta dapat menjadi otentik — seseorang pernah berbuat apa, apa tindakan yang pernah diambilnya, dan pada akhirnya bisa didapat polanya. Gunanya? Antara lain perbaikan di masa mendatang, dan dalam kasus ini, analisis peta kekuatan rival.
 
Jika SMAN 3 Teladan ingin kembali juara tahun depan, maka sebuah tim harus menciptakan instabilitas di dalamnya. Untuk melakukan hal itu, kita harus membuat mereka ragu. Kita harus mengadakan big audition kembali dan memilih squad yang baru tahun depan. Tidak ada keistimewaan, termasuk mereka yang (saat ini kelas X dan XI) telah lolos final atau bahkan menjuarai KOMPeK 18. Kita harus membawa para siswa dalam tiap tim keluar dari zona nyaman mereka. Sebab ada kecenderungan seseorang akan sulit keluar dari zona nyaman saat sesuatu yang indah telah diperoleh.
Ke depan, jika saya sudah tidak di SMAN 3 Jakarta lagi, di mana pun saya membimbing, saya ingin dapat merasakan sukses dan memenangi banyak trofi dengan siswa berbeda-beda. Apalagi jika kemenangan tersebut diraih tidak dengan siswa berprestasi. Intinya, suatu saat saya ingin memenangkan KOMPeK bersama dengan SMA lainnya (jika ada yang bersedia menjadikan saya pembimbing dan pengajar). Now every day I work, love every minute of it. Love my job. Love what I’m doing.

SMAN 3 Jakarta Dikunjungi Kepsek dan Pengawas Dari Daerah 3T

sma3.jpg

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 200 kepala sekolah dan pengawas dari daerah 3T (tertinggal, terluar dan terdepan) melakukan kunjungan ke 4 sekolah di DKI Jakarta, satu diantaranya SMA Negeri 3 Jakarta Selatan.
Mereka banyak belajar terkait keberhasilan SMA N 3 yang kini mencanangkan visi misi kembali menjadi teladan. “Kami sharing langkah-langkah apa yang kami lakukan terkait keinginan menjadi sekolah teladan,” kata Kepala SMAN 3  Ratna Budiarti, M.Biomed Kamis (17/3).
Diakui julukan sekolah teladan pernah disandang SMA N 3 Jakarta. Keteladanan tersebut telah melahirkan banyak tokoh dan pejabat publik. Bagi Ratna, mengembalikan sekolah menjadi institusi teladan membutuhkan sinergi dan kerjasama antara sekolah, siswa, dan komite sekolah termasuk masyarakat dan orangtua.
Tanpa dukungan komite, siswa, alumni dan masyarakat maka program sebagus apapun yang dicanangkan oleh sekolah tidak akan bisa dilaksanakan dengan baik.
Ratna mengakui untuk menuju sekolah teladan baik teladan dalam bidang akademik maupun non akademik, saat ini SMA N 3 Jakarta juga telah mencanangkan diri sebagai sekolah anti bullying dan sekolah ramah anak.
Berbagai dukungan terus mengalir termasuk dari Menkes Nila F Moeloek yang merupakan salah satu alumni, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Komenterian Informasi dan Kementerian Luar Negeri terkait sekolah anti bullying dan sekolah ramah anak.
Dalam kunjungan belajar tersebut, kepala sekolah dan pengawas dari daerah 3T banyak belajar kepada SMA N 3. Mulai dari manajemen sekolah, pengelolaan sumber belajar,kegiatan belajar mengajar (PBM) hingga kegiatan ekstrakurikuler dan kerjasama dengan komite sekolah. Termasuk mengenal budaya Betawi dan makanan khasnya.
Peran Kepala Sekolah Besar
Wiji Purwanta,  Pengawas SMA N 3 Jakarta mengatakan dipilihnya SMA N 3 menjadi salah satu sekolah studi bagi Kepsek dan pengawas dari daerah 3T karena SMA N 3 memiliki banyak catatan prestasi. Baik prestasi akademik maupun non akademik (ekstrakurikuler). “Peran kepala sekolah sangat besar dalam mendorong kemajuan dan prestasi sekolah,” jelas Wiji.
Untuk mengembalikan SMA N 3 Jakarta menjadi sekolah teladan baik dalam bidang akademis maupun non akademis, harus dimulai dari hal-hal seperti kedispilnan, optimalisasi KBM, kerjasama dengan komite, dukungan lingkungan, peran alumni dan sebagainya.
“Hal-hal positif tersebut kita bagikan kepada kepsek dan pengawas dari daerah 3T. Tentu kami juga minta masukan, kritik membangun dari mereka,” tandas Wiji.
Sementara itu Muslih, Kepala Seksi Pendidikan Layanan Khusus dan Satuan Pendidikan Indonesia Luar Negeri Kemendikbud mengatakan jumlah kepsek dan pengawas dari daerah 3T yang mengikuti studi di Jakarta tercatat 200 orang. Mereka berasal dari 21 propinsi di Indonesia.               sumber:http://poskotanews.com/2016/03/17/sman-3-jakarta-dikunjungi-kepsek-dan-pengawas-dari-daerah-3t/